Bermain Poker Dengan Gadis Perawan 1 - DUNIA MALAM

Breaking

Post Top Ad

Jumat, 15 Maret 2019

Bermain Poker Dengan Gadis Perawan 1


Pengalaman terjadi ketika saya baru saja lulus SMA dan sedang persiapan mendaftarkan diri ke perguruan tinggi. Saya termasuk pria yang bertampang lumayan, cukup pintar, dan berperawakan sedang. Panggil saja saya, Budi. Selama di SMA, saya mempunyai kelompok teman yang selalu bermain bersama. 4 anak lakilaki dan 7 anak perempuan.
Sebagian besar temanteman saya melanjutkan ke perguruan tinggi di luar negeri karena memang sekolah saya termasuk sekolah elite di kota J yang menghasilkan siswasiswi dengan hasil lulusan yang cukup baik. Karena saya berasal dari keluarga ekonomi menengah, pilihan sekolah ke LN menjadi tidak mungkin.
Dari kelompok kami hanya tersisa 3 teman perempuan dan saya. Kami bingung mau melanjutkan ke mana, tetapi akhirnya kami memutuskan untuk ke kota B yang mempunyai beberapa universitas swasta dan negeri yang cukup terkenal. Saya, Rika, Nova, dan Jenni memutuskan untuk mendaftar bersama ke kota B.
Di sinilah petualangan kami dimulai. Kami berkumpul bersama di rumah Jenni dan orang tuanya meminjamkan mobil mereka untuk kami pakai. Kami memang sering pergi berkelompok dengan meminjam mobil orang tua dan kadang sampai menginap beberapa hari di luar kota. Jadi pada saat kami pergi, orang tua temantemanku tanpa curiga mengijinkan putriputri mereka berangkat ke kota B dan menginap tiga malam di sana. Sekalian liburan kata kami.
SLOT - POKER - CASINO - SPORTBOOK || Perjalanan ke kota B berjalan lancar dan kami menghadapi ujian masuk dengan kepercayaan tinggi. Maklum, kami semua termasuk berotak encer. Sore hari kami setelah selesai ujian masuk, kami segera mencari penginapan yang terkenal dengan daerah sejuknya di sekitar kota B. Kami menyelesaikan administrasi dan segera masuk ke kamar. Wah! Ternyata kamarnya besar juga yah! Ada ruang tamunya lagi, kataku. Budi, kamu tidur di sofa aja yah!
Kita berdua ambil ranjangnya! sahut Nova. Yah Curang kan baru kali ini saya menginap bareng perempuan dalam satu kamar! Siapa tahu. komplainku. Maunya.. kata Jenni sambil mendorong diriku ke arah sofa. Kami semua menjatuhkan pantat di sofa sambil melepas lelah. Setelah berbincang selama setengah jam mengenai soalsoal Ujian masuk tadi siang, kami pun bergantian mandi menyegarkan badan.
Kami pun memesan makan malam dari room service karena kami terlalu lelah untuk keluar mencari makan. Rika akan menyusul besok pagi dan ketemuan di kota B. Dia sudah menghadapi ujian masuk seminggu lalu. Pilihan universitasnya berbeda. Oh iya, saya belum menjelaskan penampilan temanteman saya.
Rika : Gadis ini pemalu dengan badan kecil yang sangat indah. Saya tahu ini karena Rika sangat suka memakai baju yang menunjukkan lekuk badannya. Dadanya berukuran sedang saja, 34B (saya tahu setelah melihat BH nya dan BH yang lain nanti). Kecilkecil imut merupakan kesan yang diberikannya.
Senyumnya manis sekali. Nova: Gadis ini juga berbadan kecil tetapi dengan dada yang terlihat jauh lebih besar daripada milik Rika. 34C ukuran BHnya. Mulutnya kecil dengan bibir tipis yang memberikan senyum menggoda. Hampir semua anak lakilaki di sekolahku mengejar dia. Manis dengan dada besar. Siapa yang tidak tertarik? Jenni: Gadis bertubuh jangkung yang senang memakai kaos longgar dan berjiwa bebas. Asyik diajak bertukar pikiran, pintar, dan sedikit tomboi.
SLOT - POKER - CASINO - SPORTBOOK || Senang sekali olahraga dan sangat jago bermain volley. Paling enak jadi lawan mainnya di lapangan. Posisiku sebagai tosser sering membuatku berada di depan net dan berhadapan muka dengan Jenni. Posisi siap menerima bola dan kaos longgarnya sering mengganggu konsentrasiku di lapangan. Jenni : Mau ngapain nih? Baru jam 6 sore kita dah selesai makan malam. Nova : Kita main kartu aja yuk Budi : Memangnya bawa? Nova : Bbawa kok. Rika, ayo dikeluarin. Kita main poker aja.
Pakai uang bohongan aja. Biar seru ada taruhannya. Kami pun bermain selama satu jam ketika Nova menyeletuk. Nova : Tidak seru nih.. bosan.. gimana kalau dibuat lebih seru? Budi : Maksud kamu, Nov? Nova : Strip poker !! Gila kamu, Nov! Nova : Kaga berani? Saya lagi terpatung dengan keberanian ide Nova. Jenni : Siapa takut? Berani kok walau ada Budi! Pipi saya jadi memerah dan berasa panas. Ada rasa malu juga. Glek.. saya menelan ludah.. Ada kemungkinan dua gadis muda cantik akan telanjang di depanku.
Nova : Berani tidak, Bud? Diam aja. Malu yah telanjang di depan cewekcewek? Wah, otakku langsung berputar cepat. Harus memikirkan semua kemungkinan. Jangan sampai saya kalah dan tidak melihat gadisgadis telanjang. Budi : Berani dong! Tapi nanti kalian curang, kaga berani buka beneran! Nova : Kalo ada yang kaga berani buka, kita semua yang paksa buka! Setuju tidak?
Kita semua menganggukkan kepala menandakan persetujuan. Jantungku makin berdebar kencang dan kelaminku mulai mengeras karena kemungkinan kejadian di depan mata. Budi : Ya dah.. Aturannya gimana nih Nov? Nova : Kita semua punya modal 1000. Taruhannya setiap kelipatan 10 dan paling besar 100. Kalau modal 1000 habis, gadaikan pakaian dengan harga 500. Setuju? Kami semua setuju.
Budi : Kita main sampai kapan? Sampai satu orang bugil atau sampai semua bugil? Nova : Sampai semua bugil dong! Biar adil!! Jenni: Ok deh. Tapi kasihan Budi dong. Dia kan paling cuma punya 3 potong baju. maksudnya cuma kaos, celana dan celana dalam. Kita cewekcewek kan kelebihan BH. Nova : Iya yah ya udah biar adil, kita semua lepas BH deh.
SLOT - POKER - CASINO - SPORTBOOK || Nova langsung dengan cekatan melepas BH merah mudanya tanpa melepaskan kaos dan melemparkan BHnya ke mukaku. Harumnya BH langsung memenuhi hidungku. Tanpa kusadari BH kedua pun mendarat di mukaku. Ini milik Jenni. BH dengan warna cream kulit. Hahahahaha kamipun tertawa bersama. Nova : Ayo mulai! Sudah adil kan, Bud?
Kita masingmasing cuma punya 3 modal. Budi : Sebentar.. pakaian yang sudah ditanggalkan bisa dipakai lagi ga? Nova : Hmm TIDAK BOLEH! Yang sudah lepas, tidak boleh dipakai lagi! Budi : Kalau yang sudah bugil kalah lagi gimana? Kan modalnya habis!! Nova : Banyak nanya yah kamu, Bud! Gimana Jen?
Jenni : Boleh dipegangpegang deh sama yang menang. Dipegangpegang selama 1 menit! Wah asyik nih peraturannya tetapi otakku sudah mulai pindah ke kelamin nih.. Pegang doang kaga seru ah, gimana kalo dadanya dihisaphisap! Nova : Ih kamu, Bud. Mau dong!!
Dengan suara manisnya sambil melirik nakal ke arahku! Jenni dan Nova tertawa terbahakbahak. Nova : Tapi kalau kamu yang sudah bugil dan kalah gimana, Bud? Saya hisap tititnya yah!! Jenni : Wah saya juga mau hisap titit Budi! Benarbenar tidak disangka! 3 tahun bersama di SMA, saya tidak menyangka temantemanku ini nakal juga. Permainan pun dimulai. Keahlianku bermain strip poker di komputer ternyata sangat bermanfaat.
Jenni segera kehilangan modal awal sehingga harus menggadaikan modal berikutnya. Jenni hendak membuka celananya, tetapi dicegah oleh Nova. Nova :Wah kaga boleh sendiri yang nentuin buka celana. Budi, mau suruh Jenni buka apa? Wow, thanks Nova! Aku teringat kalau mereka sudah lepas BH, tentunya dengan melepas kaos, dada Jenni akan terbuka.
Budi : Tentu saja kaos dong. Kapan lagi bisa lihat payudara dari dekat! Jenni dengan malumalu mulai melepas kaosnya dan dengan segera menutupi puting payudaranya dengan satu tangan. Saya terkesima dengan pandangan indah di depan mata. Animasi strip poker di permainan komputer tidak seindah pemandangan di depan mata. Nova : Jen.. mana boleh ditutupin dadanya. Buka dong! Nova menggaet tangan penutup payudara dengan segera.
Jenni sedikit memberontak sambil memerah wajahnya. Jenni tertarik tangannya, memperlihatkan payudara terbuka dan menggantung indah di depan wajahku. Glek.. saya menelan ludah. Jenni : Bud, tutup mulut dong.. Masa sampai menganga terbuka gitu melihat dada gue. Jenni dan Nova tertawa.
Ini membuat Jenni jadi relaks dan pasrah dadanya terpampang jelas. Wah kalo mereka serius kayak gini, mendingan saya kalah saja. Mengingat kalau kalah terus, tititku akan dihisap selama 1 menit setiap kekalahan. Hahahaha.. otakku kotor juga. Maka dilanjutkanlah permainan.
SLOT - POKER - CASINO - SPORTBOOK || Dengan segera saya menjadikan diri telanjang. Celana dalam saya buka perlahanlahan memperlihatkan titit yang sudah mengeras sejak tadi. Saat itu, Nova, dengan payudara montoknya pun tinggal celana dalam saja. Kedua gadis ini memperhatikan celana dalamku dengan seksama sambil menahan napas menunggu tititku seluruhnya terlihat. Nova : Wah sudah keras yah, Bud! Bagus lho bentuknya! Budi : Gimana tidak keras ngelihat dua pasang payudara yang bagusbagus!
Ruparupanya Nova sudah tidak tahan lagi. Aku langsung ditabraknya dan tititku langsung dipegangnya. Dengan gemas Nova mulai mengocok tititku sambil sesekali dijilatnya. Tentu saja saya tidak tinggal diam. Tanganku mulai meremasremas payudara Nova yang cukup besar. Tidak cukup dengan remasan, akhirnya aku meraup payudara kiri dan mulai menghisapnya. Ahh.. Enak banget, Bud! Terus hisap.. Sambil menghisap payudara Nova, tanganku mulai melepaskan celana dalamnya.

Karena saya tidak mau melepaskan hisapan, tentu saja melepaskan celana dalam jadi lebih sulit. Nova membantu dengan melepaskan celana dalamnya sendiri. Tititku yang menjadi lepas dari pegangan Nova, langsung disambut Jenni dengan kulumannya. Mimpi apa semalam. Dua gadis sudah mengulum tititku. Kami pun pindah ke ranjang. Saya berbaring di ranjang dengan titit menjulang langit. Nova melanjutkan memberikan payudaranya untuk saya hisap dan Jenni kembali mengulum tititku.
Tangan saya mulai bergerilya ke vagina Nova. Basah. Licin. Saya pun mulai menggesekkan jari ke clitorisnya. Licin sekali. Nova pun mendesah dengan kenikmatan yang dialaminya di bawah. Jenni yang melihat Nova mengalami kenikmatan, mengubah posisi pantatnya ke sebelah mukaku.
Badan jenjangnya memang membuat posisi hampir 69 tersebut sangat mudah terjadi. Tanganku pun menggosok vagina Jenni yang juga sudah sangat basah. Tangan kiri di vagina Jenni, tangan kanan di vagina Nova. Kukocok keduanya dengan kelembutan yang lamalama bertambah cepat. Jenni dan Nova blingsatan dibuatnya.
Jenni berguncang hebat sampai melepaskan hisapan di tititku dan mengeluarkan lenguhan panjang yang sangat seksi. Nova menyusul dengan teriakan yang tidak kalah seksinya. Keduanya terjatuh di kiri kananku dengan lemasnya. Aku yang sudah tegangan tinggi tidak mau tinggal diam.
Aku menghampiri Nova dan membuka lebarlebar selangkangannya. Terlihat vagina bersih yang sangat indah. Bulu bulu halusnya sangat seksi. Aku mulai menggesekkan kepala tititku ke vagina Nova. Ah.. licin dan enak. Belum pernah aku merasakan kenikmatan seperti ini.
Nova yang mulai merasakan kenikmatan, mulai bereaksi dengan menggerakgerakkan pinggulnya mengikuti irama gesekan. Nova semakin meracauOohhh aahhh ohh..my God..Enak banget Bud Terus Bud Enak ahhh aahhHHH.AAAHHHHHHGila.. enak banget Titit lu Bud!! Gue dah sampe nih Baru digesek aja dah enak gini yah, Bud gimana kalo dimasukin yah? Masukin deh Bud..
SLOT - POKER - CASINO - SPORTBOOK || Serius lu, Nov? Lu mau gue perawanin? Gue sih dah nafsu banget nih. Iya, Bud Gue pengen ngerasain titit lu di dalam gue di luar aja dah enak, apalagi di dalam. Aku tidak pikir panjang lagi.. langsung berusaha merangsek ke dalam vagina Nova. Oww.. pelanpelan Bud.. Sakit tahu!! Ok, Nov.. gue pelanpelan nih Pelanpelan kepala titit gue mulai terbenam di vagina Nova. Terasa mentok.
Aku yang tidak pengalaman berpikir kok tidak dalam yah? Nov, udah masuk belom sih? Nova yang mulai meringis menahan sakit, Kayaknya sih belom deh tapi terusin aja. Lu yakin, Nov? Kayaknya lu kesakitan gitu. Terus aja, Bud. Gue pokoknya mau titit lu di dalam gue. Ya udah kalo gitu.. Gue terusin nih.. Dengan tiga sodokan keras yang disertai rintihan Nova, akhirnya tititku masuk juga sepenuhnya.
Wah.. Nova kayaknya titit gue dah masuk semua nih Iya.. Bud sambil menahan sakit diam dulu, Bud.. jangan digerakin dulu..gue masih rada sakit.. Ahh.. nikmatnya vagina perawan.. tititku berasa banget diremasremas oleh vagina sempit Nova. Tanpa kusadari, aku mulai menggerakkan pelan pelan pantatku. Keluar masuk secara perlahan. Nova pun mulai bernafas secara teratur dan mulai menikmati kocokan lembut di vaginanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar